Artikel ini telah direview dan disetujui oleh tim medis kami
Transcutaneous electrical nerve stimulation atau TENS adalah terapi non-invasif bebas obat yang dirancang untuk mengurangi dan meredakan nyeri otot atau sendi akibat kondisi kesehatan tertentu. Dengan perangkat kecil bernama TENS unit, terapi ini merangsang saraf melalui aliran listrik yang dialirkan ke permukaan kulit dekat lokasi nyeri hingga ketidaknyamanan itu berkurang. Lalu, apa saja kondisi kesehatan yang bisa ditangani dengan TENS unit?
Simak ulasan lengkapnya dalam kelanjutan artikel ini.
TENS unit bekerja dengan cara merangsang saraf untuk mengirimkan sinyal ke otak dan pusat saraf agar menghambat rasa sakit. Selain mengurangi rasa nyeri, terapi ini juga melepas endorfin (hormon penghilang rasa sakit) serta meningkatkan sirkulasi darah untuk merelaksasi otot.
Berikut adalah 6 kondisi kesehatan yang bisa ditangani dengan TENS unit:
Mengutip dari Alodokter, osteoarthritis (osteoartritis) adalah peradangan kronis yang terjadi di sendi akibat kerusakan pada tulang rawan. Penyakit ini dapat menyerang semua sendi di tubuh. Namun, sendi-sendi jari tangan, lutut, pinggang, dan tulang punggung merupakan bagian yang paling sering mengalami osteoartritis.
Peradangan kronis ini dapat menyebabkan beberapa keluhan, seperti sendi terasa sakit, kaku, dan bengkak. Lambat laun, keluhan-keluhan ini membuat penderitanya merasa tidak nyaman bahkan mungkin juga mengganggu aktivitas harian. Nah, fisioterapi dengan TENS unit dapat menjadi solusi untuk mengatasi efek samping akibat osteoartritis dengan mengurangi rasa nyeri di bagian sendi yang meradang.
Tendinitis adalah peradangan yang terjadi pada tendon, yaitu jaringan yang menghubungkan otot dan tulang. Kondisi ini dapat menyerang semua tendon di tubuh. Namun, tendon di bahu, siku, pergelangan kaki, atau tumit merupakan area yang paling sering mengalami tendinitis.
Menurut Alodokter, penyebab utama tendinitis adalah gerakan yang dilakukan secara berulang, seperti melompat atau mengayunkan tangan. Faktor risiko seperti penyakit asam urat, berusia di atas 40 tahun, memiliki pekerjaan yang memerlukan gerakan berulang, atau obesitas juga dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami tendinitis.
Nyeri punggung bawah atau low back pain adalah nyeri pada pinggang atau tulang punggung bagian bawah. Meski berpusat di punggung bagian bawah, rasa nyeri ini dapat menyebar ke bokong, paha, bahkan kaki.
Adapun penyebab utama nyeri punggung bagian bawah adalah cedera karena terbentur atau terjatuh, pergerakan tubuh yang berlebihan, atau mengangkat beban berat. Selain itu, low back pain juga dapat disebabkan oleh kerusakan pada celah sendi tulang belakang, radang sendi, kelainan bentuk dan pengeroposan tulang belakang, gangguan pada saraf tulang belakang, juga penyakit ginjal.
Neuropati diabetik merupakan kerusakan saraf yang terjadi pada pengidap diabetes akibat gula darah tinggi melukai saraf tubuh. Umumnya, kondisi ini menyerang saraf pada tungkai dan kaki. Namun, neuropati diabetik juga mungkin terjadi pada sistem pencernaan, saluran, kemih, dan pembuluh darah serta jantung.
Menurut Halodoc, kondisi kesehatan ini adalah komplikasi diabetes yang terjadi pada 50 persen pengidap diabetes. Karena diabetes merupakan penyakit autoimun, neuropati diabetik juga tidak dapat disembuhkan sepenuhnya. Akan tetapi, gejala seperti nyeri atau sakit dapat dikurangi dengan TENS unit.
Fibromyalgia (fibromialgia) adalah kondisi kronis yang menyebabkan rasa nyeri di seluruh tubuh, disertai rasa lelah dan gangguan tidur. Laman Mayo Clinic menyebut, para peneliti berpendapat bahwa kondisi ini memengaruhi cara otak dan sumsum tulang belakang memproses sinyal nyeri dan non-nyeri. Meski penyebab pastinya tidak diketahui, rasa nyeri yang menjalar di seluruh tubuh dapat diatasi dengan TENS unit.
Kondisi terakhir yang dapat ditangani dengan terapi TENS adalah cedera. Ini termasuk cedera akibat olahraga ataupun cedera organ tubuh, seperti cedera sumsum tulang belakang atau cedera pada tulang rawan lutut (meniskus).
Nah, itulah dia ulasan tentang terapi nyeri otot dengan TENS unit. Selain orang dengan enam kondisi kesehatan di atas, Anda yang menderita nyeri sendi atau nyeri otot tanpa kondisi kesehatan tertentu juga dapat menggunakan alat ini untuk meredakan sakit yang sedang alami.
Anda dapat mencoba TENS OMRON yang telah terbukti secara klinis mampu membantu meredakan nyeri otot dan sendi. Selagi Anda tidak sedang hamil, menggunakan perangkat implan (seperti alat pacu jantung), mengidap kanker atau epilepsi, penyakit jantung, gangguan pendarahan, deep vein thrombosis (DVT), ataupun overactive bladder, terapi nyeri dengan TENS unit aman untuk Anda lakukan.
Artikel Sebelumnya Apa Itu Fibromyalgia? Ini Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya |
Artikel Berikutnya Nyeri Sendi: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan |