Artikel ini telah direview dan disetujui oleh dr. Robby Alfadli
Satu atau dua dekade lalu, hipertensi selalu dikaitkan atau bahkan dicap sebagai “penyakit orang tua”. Hal ini wajar, mengingat hipertensi memang lebih sering ditemukan seiring bertambahnya usia, tetapi kondisi ini juga terjadi pada orang dewasa muda. Namun saat ini, hipertensi juga dapat terjadi pada orang dewasa muda, termasuk mereka yang berusia 18–35 tahun. Apa penyebabnya? Temukan jawabannya dalam ulasan artikel berikut, yuk!

Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah secara konsisten berada pada tingkat yang tinggi. Berdasarkan definisi WHO, hipertensi pada orang dewasa umumnya ditandai dengan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan/atau diastolik ≥90 mmHg yang terkonfirmasi melalui pengukuran berulang.
Orang-orang berusia muda sering kali mengabaikan hasil pengukuran tekanan darah yang tinggi, dengan anggapan mereka masih terlalu muda untuk memiliki hipertensi. Padahal, hipertensi sebetulnya dapat disebabkan oleh beragam faktor “sederhana” berikut:
Pola makan tidak sehat. Pola makan tidak sehat, seperti terlalu sering mengonsumsi makanan dengan kadar garam tinggi atau juga makanan ultraproses, menyumbang asupan natrium harian yang cukup tinggi. Hal ini secara alamiah akan membuat ginjal menahan air, sehingga meningkatkan volume darah dan tekanan pada dinding arteri yang ditandai dengan tekanan darah tinggi.
Kurang aktivitas fisik. Kurangnya aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan dan berbagai gangguan metabolik, yang pada akhirnya dapat meningkatkan risiko hipertensi.
Paparan zat tertentu. Merokok dan penggunaan produk nikotin dapat meningkatkan aktivitas saraf simpatis dan tekanan darah. Sementara itu, konsumsi alkohol, terutama dalam jumlah berlebihan, berkaitan dengan peningkatan risiko hipertensi.
Stres. Kondisi stres berlebihan juga dapat memicu perubahan hormonal yang menyebabkan penyempitan arteri dan peningkatan tekanan darah.
Selain faktor genetik dan gaya hidup, hipertensi pada usia muda juga dapat berkaitan dengan kondisi medis tertentu yang menyebabkan hipertensi sekunder, seperti penyakit ginjal, gangguan hormonal, sleep apnea, kelainan pembuluh darah tertentu, atau penggunaan obat dan zat tertentu.
Jika dibiarkan atau tidak dijaga agar tetap normal, hipertensi pada usia muda berisiko menyebabkan komplikasi lanjutan, seperti kerusakan jantung, kerusakan pembuluh darah, atau kerusakan organ tubuh lainnya. Sebagai antisipasi, Anda dapat melakukan beberapa tips mengurangi risiko hipertensi berikut:
Terapkan pola makan DASH. Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH) merupakan program pola makan yang didesain untuk menurunkan tekanan darah tinggi dan memperbaiki kadar kolesterol. Karena itu, mengonsumsi sayur, buah, gandum utuh dapat mencegah Anda dari risiko hipertensi.
Berolahraga teratur. Melawan gaya hidup sedentari juga dapat membantu Anda terhindar dari risiko hipertensi. Anda dapat melakukan aktivitas fisik secara rutin dengan target setidaknya 150–300 menit aktivitas aerobik intensitas sedang per minggu atau 75–150 menit aktivitas intensitas berat per minggu, sesuai kemampuan untuk menjaga kebugaran dan membantu mempertahankan tekanan darah yang sehat.
Kelola stres. Teknik relaksasi, meditasi, latihan pernapasan, atau melakukan aktivitas yang menyenangkan dapat membantu mengelola stres. Pengelolaan stres dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat untuk membantu menjaga tekanan darah.
Berhenti merokok dan batasi konsumsi alkohol. Berhenti merokok dapat membantu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, sementara konsumsi alkohol yang berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah.
Nah, itulah dia ulasan mengenai penyebab, faktor risiko, hingga tips mengurangi risiko hipertensi pada orang usia muda. Yang tidak kalah penting, Anda juga perlu melakukan pemeriksaan tekanan darah mandiri secara berkala, khususnya jika orang tua atau keluarga inti Anda memiliki riwayat penyakit hipertensi.

Untuk pembacaan tensi darah digital yang akurat, Anda bisa menggunakan monitor tekanan darah OMRON yang sudah tervalidasi secara klinis dan dilengkapi dengan IntelliSense®; yaitu teknologi eksklusif OMRON untuk kenyamanan dan akurasi.
|
Artikel Sebelumnya Sering Lemas? Kenali Perbedaan Anemia dan Hipotensi |
Artikel Berikutnya |