Otot adalah kumpulan sel khusus yang bernama serabut otot dan tersebar di seluruh bagian tubuh manusia untuk menjalankan fungsinya dalam sistem otot. Banyak orang yang hanya tahu otot berada di sekitar rangka tubuh, seperti lengan atau kaki. Kenyataannya, otot juga membangun organ tubuh, seperti jantung, dan ada juga otot yang membantu sistem tubuh lainnya, seperti sistem pencernaan.
Kekakuan otot atau muscle stiffness adalah kondisi di mana otot mengalami tegang dan sulit untuk digerakkan, khususnya setelah Anda beristirahat. Kekakuan otot berbeda dengan kram otot, karena kram adalah kontraksi otot yang terjadi secara mendadak dan umumnya dapat hilang dengan sendirinya dalam waktu singkat. Namun, ketika Anda mengalami kekakuan otot, maka bisa saja kram otot menjadi salah satu gejalanya.
Ada berbagai penyebab mengapa Anda bisa mengalami kekakuan otot, di antaranya yaitu:
Saat beraktivitas atau cuaca panas, tubuh akan mengeluarkan keringat. Elektrolit dalam tubuh akan ikut keluar bersama dengan keringat tersebut. Akibatnya, tubuh akan kekurangan elektrolit penting, seperti sodium dan potasium, yang dibutuhkan oleh sistem saraf untuk mendukung pergerakan otot. Jika Anda tidak segera menggantikan elektrolit tubuh yang keluar, maka akan menyebabkan gangguan pada sistem otot ini.
Ketika Anda baru saja meningkatkan intensitas latihan Anda atau Anda baru saja melakukan aktivitas yang berat, risiko Anda mengalami kekakuan otot juga akan meningkat.
Adanya cedera pada otot saat Anda beraktivitas juga bisa menyebabkan terjadinya kekakuan otot. Misalnya Anda mengalami terkilir, terjatuh, dan berbagai cedera lain yang mungkin terjadi. Semakin parah cedera yang dialami, maka rasa kaku dan tegang pada otot yang Anda alami juga mungkin semakin terasa.
Beberapa infeksi yang terjadi pada tubuh Anda juga bisa menyebabkan terjadinya kekakuan otot, seperti tetanus, meningitis, influenza, lupus, dan beberapa penyakit lainnya.
Kekakuan otot juga bisa terjadi sebagai efek samping dari obat yang Anda konsumsi untuk penyakit tertentu yang sedang diderita.
Selain otot yang terasa kaku, ada beberapa gejala yang mungkin Anda rasakan saat mengalami kekakuan otot, di antaranya yaitu:
Kesulitan bergerak
Kram otot
Otot terasa lemah
Otot terasa sakit dan nyeri
Berbagai gejala tersebut biasanya muncul setelah Anda beristirahat. Namun, gejala yang berbeda mungkin akan dirasakan, tergantung pada lokasi otot yang mengalami kaku. Selain itu, jika kekakuan otot terjadi akibat penyakit lain, Anda mungkin akan mengalami beberapa gejala tambahan tergantung pada penyakit yang Anda derita. Gejala kekakuan otot pada umumnya terasa sekitar 30 menit atau bahkan hingga hitungan hari.
Sebelum melakukan pengobatan, dokter akan melakukan diagnosis terlebih dahulu untuk mengetahui riwayat penyakit Anda. Tujuannya untuk melakukan analisis penyebab kekakuan otot yang Anda alami. Untuk mendukung proses ini, Anda juga mungkin akan diminta melakukan MRI atau rontgen.
Setelah didapatkan analisis mengenai penyebabnya, barulah rencana perawatan dan pengobatan Anda akan dibuat. Baik dengan menggunakan obat-obatan maupun tindakan medis lain jika diperlukan.
Selama proses pengobatan, Anda bisa membantu mengurangi gejala dengan melakukan perawatan di rumah, yaitu dengan:
Memijat lembut area otot yang kaku
Berendam dengan air hangat untuk membantu melemaskan otot yang kaku
Semaksimal mungkin istirahatkan area otot yang kaku
Selain itu, Anda juga bisa menggunakan OMRON TENS Alat Pijat Elektronik HV-F311 yang menggabungkan fungsi panas dengan TENS, sehingga lebih efektif dalam membantu mengurangi rasa nyeri. Selain itu, alat ini juga dilengkapi dengan 3 jenis pijatan dan 20 tingkat intensitas yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Tertarik untuk memilikinya? Anda bisa mendapatkan produknya di sini.
Artikel Sebelumnya Apa Itu Fibromyalgia? Ini Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya |
Artikel Berikutnya |