Artikel ini telah direview dan disetujui oleh dr. Robby Alfadli
Sistem pernapasan memiliki peran penting dalam menjaga kelangsungan fungsi tubuh, yaitu mengambil oksigen dari udara dan mengeluarkan karbondioksida sebagai sisa metabolisme. Agar dapat bekerja secara optimal, kesehatan sistem pernapasan perlu dijaga karena organ-organ di dalamnya rentan mengalami gangguan.
Gangguan pada sistem pernapasan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain polusi udara, infeksi bakteri, virus, atau jamur, hingga kebiasaan merokok. Jika tidak ditangani dengan baik, gangguan tersebut dapat mengganggu proses pernapasan dan berdampak pada kesehatan tubuh.
Lalu, apa saja jenis gangguan pada sistem pernapasan yang sering terjadi, apa penyebabnya, serta bagaimana dampaknya terhadap kesehatan? Simak selengkapnya dalam kelanjutan artikel ini!

Berikut adalah beberapa macam gangguan pernapasan yang sering kali dialami, di antaranya:
Asma merupakan penyakit pernapasan kronis yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran udara. Kondisi ini dapat terjadi ketika saluran napas mengalami pembengkakan, iritasi, atau penumpukan lendir berlebih sehingga menghambat aliran udara menuju dan/dari paru-paru.
Meski belum diketahui pasti penyebab asma, namun ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko kondisi ini, seperti riwayat keluarga, atopi atau alergi, paparan alergen, asap rokok, polusi udara, dan faktor lingkungan atau genetik .Jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat, asma dapat memunculkan beberapa kondisi berikut:
Memicu gangguan psikologi seperti cemas, stres, hingga depresi akibat kesulitan mengendalikan gejala asma.
Menyebabkan gagal napas, salah satu kondisi serius saat saluran udara mengalami penyempitan berat hingga tubuh tidak mendapatkan cukup oksigen.
Flu atau influenza merupakan salah satu penyakit infeksi pada sistem pernapasan yang disebabkan oleh virus influenza. Infeksi ini umumnya menyerang saluran pernapasan, termasuk hidung, tenggorokan, hingga paru-paru. Saat mengalami flu, biasanya akan menimbulkan beberapa gejala seperti pilek, bersin, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, dan lainnya.
Pada beberapa kasus, flu dapat membaik dengan perawatan yang tepat, namun kondisinya tetap perlu diwaspadai, terutama jika terjadi pada anak-anak, lansia, atau orang dengan sistem imun tubuh lemah. Pada sebagian orang, terutama kelompok berisiko tinggi, influenza dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti:
Gangguan pada paru-paru dan sistem pernapasan, termasuk memperburuk penyakit paru kronis, memicu pneumonia bakteri sekunder akibat infeksi bakteri, dan lainnya.
Batuk dan rasa lelah dapat bertahan lebih lama setelah gejala utama membaik, terutama pada lansia dan orang dengan penyakit paru kronis.
Mengalami dehidrasi berat dan syok septik yang dapat terjadi pada kasus flu berat dan berpotensi menyebabkan gangguan fungsi organ, termasuk gagal ginjal akut.
Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini paling sering menyerang paru-paru (TB paru), tetapi juga dapat mengenai organ tubuh lainnya. Penyakit ini dapat menular lewat udara saat penderita batuk, bersin, atau berbicara.
Gejala TBC umumnya berkembang secara bertahap dan dapat ditandai dengan batuk yang berlangsung lebih dari dua minggu, penurunan nafsu makan, tubuh lemas, hingga berat badan turun. Apabila tidak mendapatkan perawatan yang tepat, tuberculosis dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan paru-paru dan meningkatkan beberapa risiko berikut:
Perdarahan paru yang terjadi karena kerusakan jaringan paru dan pembuluh darah.
Kerusakan paru-paru permanen yang dapat menyebabkan kesulitan bernapas.
Gagal napas sehingga dapat mengancam keselamatan jiwa.
Sleep apnea adalah gangguan tidur yang terjadi ketika pernapasan berhenti sementara atau mengalami gangguan berulang selama seseorang tidur. Kondisi ini dapat menyebabkan aliran udara ke paru-paru menjadi terhambat, sehingga tubuh tidak mendapatkan pasokan oksigen yang cukup.
Beberapa gejala sleep apnea yang sering muncul antara lain mendengkur keras, sering terbangun dengan napas terengah, merasa lelah meski sudah tidur cukup, dan mengalami penurunan kualitas tidur. Jika tidak ditangani, sleep apnea dapat memicu beberapa masalah kesehatan, seperti:
Meningkatkan risiko diabetes tipe 2 karena gangguan tidur.
Menyebabkan mulut kering, akibat kebiasaan bernapas melalui mulut.
Menurunkan oksigen dalam darah yang dapat mengganggu fungsi organ tubuh.
Memicu tekanan darah tinggi atau hipertensi karena gangguan pernapasan saat tidur memberikan tekanan pada sistem kardiovaskular.
Itu dia beberapa gangguan pada sistem pernapasan yang dapat dialami. Untuk mengatasinya, Anda dapat menjaga kebersihan diri, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menghindari kontak dengan orang yang sakit, berhenti merokok dan tidak menjadi perokok pasif, berolahraga selama 30 menit sehari, dan lainnya.
Selain itu, Anda juga bisa menggunakan alat uap pernapasan atau nebulizer. Nebulizer merupakan perangkat yang digunakan untuk mengubah obat cair menjadi aerosol sehingga dapat dihirup ke saluran pernapasan sesuai indikasi medis. Nah, supaya lebih praktis, Anda bisa menggunakan Mesh Nebulizer NE-U300 dari OMRON yang didukung dengan teknologi mesh yang senyap sehingga nyaman digunakan di rumah maupun ketika bepergian.

Tidak hanya itu, alat uap pernapasan ini juga didesain dengan ringkas dan mudah digunakan, sehingga praktis digunakan untuk membantu pemberian terapi inhalasi sesuai kebutuhan dan anjuran tenaga kesehatan.
|
Artikel Sebelumnya Kapan Sebenarnya Nebulizer Dibutuhkan? Ini Jawabannya! |
Artikel Berikutnya |