Kesehatan Aktif

Tips Mengatasi Halusinasi yang Muncul saat Demam

Aug 31, 2026
Artikel ini telah direview dan disetujui oleh dr. Rudi Margono
 

Ketika mengalami demam tinggi, sebagian orang tidak hanya merasakan tubuh lemas, akan tetapi juga dapat mengalami gangguan, seperti melihat, mendengar, atau merasakan sesuatu yang sebenarnya tidak ada. Kondisi ini dikenal dengan sebutan halusinasi saat demam atau hallucinations associated with fever.

Halusinasi saat demam umumnya dipicu oleh peningkatan suhu tubuh yang memengaruhi fungsi otak untuk sementara waktu. Lalu, apa penyebab kondisi ini dan bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasan lengkapnya di artikel berikut:

Penyebab Halusinasi saat Demam

Menurut Healthline, demam merupakan respons alami tubuh terhadap infeksi atau kondisi medis tertentu yang ditandai dengan peningkatan suhu tubuh. Selain tubuh terasa panas, demam juga dapat disertai gejala lain seperti menggigil, berkeringat, lemas, hingga penurunan konsentrasi.

Pada beberapa kasus, terutama saat suhu tubuh sangat tinggi, seseorang juga dapat mengalami disorientasi, kejang, mimpi yang terasa nyata, atau sampai halusinasi. Dalam dunia medis, halusinasi yang muncul saat demam sering dikaitkan dengan delirium febris, yaitu gangguan kesadaran sementara yang dipicu oleh peningkatan suhu tubuh.

Kondisi ini lebih berisiko terjadi pada anak-anak dan lansia ketika suhu tubuh mencapai 39°C atau bahkan lebih, meski ambang suhu dapat berbeda pada setiap orang. Umumnya, halusinasi akan mereda seiring dengan turunnya suhu tubuh dan penyebab demam teratasi. Oleh karena itu, penanganan yang tepat dapat membantu mengatasi halusinasi saat demam.

Tips Mengatasi Halusinasi saat Demam

Lantas, apakah halusinasi saat demam berbahaya? Umumnya, kondisi ini bersifat sementara dan akan membaik seiring dengan turunnya suhu tubuh. Halusinasi akibat demam umumnya tidak menyebabkan kerusakan otak secara langsung. Namun, demam yang sangat tinggi atau disertai gejala lain, seperti penurunan kesadaran, kejang, atau kesulitan bernapas, memerlukan penanganan medis segera.

Selain itu, untuk membantu meredakan demam dan meningkatkan kenyamanan, Anda dapat melakukan beberapa tips berikut:

Kompres 

Mengompres tubuh dengan kain yang dibasahi air suam-suam kuku dapat membantu meningkatkan kenyamanan saat demam. Kompres tidak secara langsung mengatasi penyebab demam, tetapi dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman akibat tubuh terasa panas (sesuai panduan medis terbaru).

Tetap Terhidrasi

Demam tinggi dapat meningkatkan risiko dehidrasi karena tubuh kehilangan lebih banyak cairan. Oleh sebab itu, pastikan untuk mencukupi kebutuhan cairan dengan memperbanyak minum air putih supaya tubuh tetap terhidrasi dan mengurangi rasa tidak nyaman serta membantu proses pemulihan.

Minum Obat Penurun Demam

Jika demam tidak kunjung mereda atau menyebabkan rasa tidak nyaman, langsung konsumsi obat penurun demam yang dijual bebas, sesuai dengan aturan pakai. Namun, sebelum mengonsumsinya pastikan obat tersebut aman dan tidak berinteraksi dengan obat lain yang sedang diminum.

Beberapa jenis obat yang umum diminum ketika suhu tubuh sedang tinggi atau demam antara lain parasetamol dan ibuprofen. Selalu ikuti dosis yang dianjurkan pada kemasan atau sesuai petunjuk tenaga medis untuk meminimalkan risiko efek samping.

Kapan Sebaiknya Melakukan Pemeriksaan ke Dokter?

Pemeriksaan bisa dilakukan apabila halusinasi yang Anda alami disertai beberapa kondisi berikut:

  • Tubuh terasa kaku, melihat ke atas, dan kehilangan kesadaran atau tubuh kejang.

  • Suhu tubuh tetap di atas 38,5 derajat celcius meski sudah meminum obat penurun panas.

  • Muncul ruam kulit yang tidak biasa, muntah yang menyembur, dan leher atau kuduk terasa kaku karena dapat memicu infeksi serius atau bahkan meningitis.

Halusinasi ketika demam memang dapat menimbulkan kekhawatiran, tetapi umumnya akan membaik setelah suhu tubuh kembali normal. Oleh karena itu, penting untuk memantau suhu tubuh secara berkala menggunakan termometer digital agar kondisi demam dapat diketahui sejak awal dan ditangani dengan tepat.

Salah satu termometer digital yang bisa digunakan adalah Forehead Thermometer MC-F300 dari OMRON. Termometer ini memiliki sensor jarak pintar yang dapat membantu mendeteksi jarak pengukuran secara optimal sehingga hasil pengukurannya semakin akurat. Dengan waktu pengukuran hanya 1 detik, alat ini memberikan hasil yang praktis dan cepat.

Artikel Sebelumnya
Fakta dan Mitos Seputar Diet yang Penting Diketahui
Artikel Berikutnya
Video Populer
Tetap Terhubung
|Suka
Video Populer
Tetap Terhubung
|Suka