Manajemen Nyeri

Kenali Perbedaan Osteoporosis dan Osteoarthritis

Aug 28, 2026
Artikel ini telah direview dan disetujui oleh dr. Rudi Margono
 

Ada berbagai jenis penyakit yang memiliki nama hampir mirip. Biasanya banyak orang yang akan mengira keduanya saling berhubungan atau bahkan sama karena tidak bisa membedakannya. Contohnya adalah penyakit osteoporosis dan osteoarthritis yang memiliki nama mirip tetapi merupakan penyakit yang sangat berbeda.

Pengertian Osteoporosis dan Osteoarthritis

Osteoporosis adalah pengeroposan tulang yang menyebabkan tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Beberapa hal yang bisa meningkatkan terjadinya osteoporosis adalah:

  1. Berkurangnya kepadatan tulang.

  2. Ketidakseimbangan antara pembentukan dan penghancuran tulang.

  3. Kekurangan asupan kalsium dan vitamin D.

  4. Kurangnya aktivitas fisik atau latihan beban.

  5. Perubahan hormon, umumnya terjadi pada wanita saat memasuki usia menopause.

Osteoarthritis adalah keausan yang terjadi pada area tulang rawan dan menyebabkan munculnya rasa nyeri pada area sendi. Beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko terjadinya osteoarthritis yaitu:

  1. Obesitas.

  2. Riwayat operasi maupun cedera pada sendi.

  3. Adanya kelainan bawaan pada sendi.

  4. Degeneratif akibat usia.

  5. Beban berulang atau berlebihan pada sendi.

Gejala Osteoporosis dan Osteoarthritis

Osteoporosis terjadi secara bertahap dalam jangka panjang. Itulah mengapa, banyak yang tidak menyadarinya saat gejala awal dan baru mengetahuinya setelah kondisinya lebih serius. Pada umumnya, osteoporosis baru diketahui saat penderitanya mengalami patah tulang, sehingga perlu memeriksakan kesehatan tulangnya. Namun, sebenarnya ada beberapa gejala yang mungkin dirasakan oleh penderitanya, yaitu:

  1. Rentan mengalami patah tulang.

  2. Nyeri punggung yang dapat memburuk saat berdiri, berjalan, atau mengubah posisi.

  3. Mengalami penurunan tinggi badan secara bertahap.

  4. Postur tubuh membungkuk.

Osteoarthritis menunjukkan gejala sejak awal dan akan semakin terasa ketika kondisi ini tidak mendapatkan perawatan. Beberapa gejala yang dirasakan yaitu:

  1. Terdengar suara saat menggerakkan sendi.

  2. Bengkak pada area sendi.

  3. Timbul benjolan pada sendi di jari tangan.

Pengobatan Osteoporosis dan Osteoarthritis

Pada osteoporosis, pengobatan dilakukan dengan tujuan menjaga kepadatan tulang serta mengurangi risiko patah tulang. Pengobatan ini dilakukan dengan dua cara, yaitu:

  1. Pengobatan Hormonal: Pengobatan yang dilakukan berkaitan dengan hormon, seperti terapi hormon.

  2. Pengobatan Non-Hormonal: Pengobatan yang tidak berkaitan dengan hormon, seperti pemberian kalsium dan vitamin D serta obat-obatan untuk membantu memperkuat tulang.

Pengobatan osteoarthritis dilakukan untuk mengurangi rasa nyeri pada sendi serta membantu pasien agar tetap dapat kembali beraktivitas. Metode yang digunakan yaitu:

  1. Obat:Pemberian obat dilakukan dengan tujuan mengurangi rasa nyeri dan peradangan yang terjadi.

  2. Fisioterapi: Metode ini dilakukan dengan tujuan memperkuat serta meningkatkan fleksibilitas otot-otot di sekitar area sendi yang mengalami masalah.

  3. Operasi: Metode ini dilakukan dengan melakukan penggantian pada area sendi yang bermasalah. Dibandingkan dengan dua metode lainnya, operasi termasuk jarang dilakukan.

Perawatan Osteoporosis dan Osteoarthritis

Selain pengobatan, osteoporosis maupun osteoarthritis juga perlu melakukan perawatan untuk mendukung proses pengobatan yang sedang dilakukan. Pada osteoporosis, perawatan yang perlu dilakukan yaitu:

  1. Mulai rutin berolahraga sesuai arahan dokter.

  2. Hindari rokok dan minuman beralkohol.

  3. Perhatikan nutrisi makanan yang dikonsumsi untuk mendapatkan gizi seimbang.

Sementara untuk osteoarthritis perawatan yang bisa dilakukan yaitu:

  1. Jika terjadi karena obesitas, maka perlu melakukan perubahan pola hidup untuk menurunkan berat badan.

  2. Rutin melakukan olahraga untuk memperkuat otot sesuai arahan dokter.

  3. Gunakan kompres dingin untuk membantu mengurangi rasa nyeri pada sendi setelah beraktivitas, sementara untuk meredakan sendi kaku bisa gunakan kompres hangat.

Selain dengan menggunakan kompres, bagi Anda yang mengalami osteoarthritis juga bisa menggunakan alat fisioterapi TENS dari OMRON. Produk Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) telah terbukti secara klinis dapat membantu mengurangi rasa nyeri pada area sendi dan otot dengan cara yang mudah dan aman.

Anda bisa menggunakan TENS HV-F710-M yang dirancang khusus untuk mengatasi nyeri pada area lutut. Sangat tepat digunakan untuk orang yang mulai memasuki usia lanjut dan sering mengalami nyeri lutut, maupun Anda yang sering berolahraga. TENS HV-F710-M nyaman digunakan, termasuk saat Anda sedang beraktivitas.

Ukuran dari produk ini juga relatif kecil, sehingga mudah untuk dibawa ke mana pun Anda pergi. TENS juga dirancang dengan fitur berbagai mode terapi yang bisa digunakan sesuai dengan kebutuhan Anda, agar bisa meredakan nyeri secara optimal. 

Pahami Perbedaannya untuk Perawatan yang Tepat

Memahami penyakit yang sedang Anda derita sangatlah penting untuk bisa mendapatkan pengobatan dan perawatan yang tepat. Dengan begitu, kondisi ini akan dapat lebih terkendali dan tidak mengganggu aktivitas keseharian Anda.

 
Artikel Sebelumnya
Kekakuan Otot: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Artikel Berikutnya
Video Populer
Tetap Terhubung
|Suka
Video Populer
Tetap Terhubung
|Suka