Artikel ini telah direview dan disetujui oleh dr. Rudi Margono
“Wah, berat badan naik!”
Bagi orang yang mengalami underweight, kondisi ini menjadi hal yang positif karena menunjukkan keberhasilan usaha. Namun, sebagian besar menganggap kenaikan berat badan adalah hal yang harus dihindari. Bahkan, banyak orang yang memilih untuk bermusuhan dengan timbangan dan menghindarinya agar tidak melihat secara langsung kenaikan berat badan yang dialami.

Hal yang paling menakutkan bahkan dianggap musuh oleh orang yang merasa berat badannya naik adalah angka di timbangan. Mereka cenderung untuk bermusuhan dengan alat tersebut dan memilih tidak melakukan pengecekan berat badan.
Mengapa demikian?
Pada umumnya penyebabnya karena takut menghadapi realita mengenai kondisi berat badannya saat ini. Ketakutan ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah rasa bersalah karena menyadari bahwa gaya hidup yang dijalani selama ini tidak sehat.
Tidak hanya itu, seseorang yang sangat mementingkan bentuk tubuh juga sering kali bermusuhan dengan timbangan karena kenaikan sekecil apa pun bisa menyebabkan munculnya stres. Itulah mengapa, banyak yang lebih memilih untuk menghindari menimbang berat badan untuk mencegah hal tersebut.
Menimbang badan sebenarnya adalah hal penting yang perlu dilakukan. Tidak perlu terlalu sering, tetapi setidaknya Anda perlu melakukannya setidaknya satu kali dalam seminggu. Mengapa begitu? Ini beberapa alasannya:
Tujuan utama menimbang berat badan pastilah untuk memantau berat badan saat ini dibandingkan dengan sebelumnya. Hal ini penting untuk mengetahui seberapa besar pengaruh gaya hidup yang kamu jalani terhadap perubahan berat badanmu.
BMI atau body mass index adalah nilai yang didapatkan dari hasil pembagian antara berat badan dengan kuadrat tinggi badan. BMI ideal pada setiap orang mungkin berbeda, terutama jika berada di area geografis yang berlokasi jauh, seperti BMI untuk orang Asia dengan orang Amerika.
Kondisi tersebut disebabkan adanya perbedaan karakter dan struktur alami tubuh. Namun, WHO telah menetapkan BMI standar pada setiap wilayah geografis yang bisa dijadikan acuan untuk menentukan kondisi tubuh, apakah ideal, obesitas, atau justru terlalu kurus.
BMI dapat menjadi salah satu indikator penting untuk mendeteksi berbagai penyakit atau menilai faktor risiko seseorang menderita penyakit tertentu. Misalnya pada seseorang dengan kondisi obesitas, maka faktor risiko mengalami penyakit kardiovaskular dan metabolik juga akan semakin tinggi.
Angka pada timbangan juga sering menjadi musuh bagi para pejuang berat badan ideal atau orang yang sedang melakukan diet. Alasannya, karena jika merasa bahwa penurunan berat badan terlalu sedikit atau bahkan berada pada angka yang tetap, maka dapat menurunkan motivasi dan akhirnya memutuskan untuk berhenti karena merasa diet yang dilakukan tidak berguna.
Benarkah demikian?
Ternyata bermusuhan dengan timbangan justru bisa menjadi salah satu penyebab kegagalan diet yang Anda lakukan. Alasannya, karena Anda tetap harus melakukan pemantauan berat badan selama proses diet dilakukan. Anda bisa melakukan pemantauan ini selama satu minggu sekali untuk bisa menilai seberapa jauh progres diet yang Anda lakukan.
Namun, ada hal penting yang perlu Anda perhatikan saat memantau berat badan dengan menimbang secara rutin, yaitu:
Baru melakukan diet satu minggu lalu Anda berharap angka pada timbangan sudah berkurang minimal 1 poin. Tentu saja kondisi ini akan sangat berisiko bagi Anda. Pahamilah bahwa penurunan berat badan yang sehat harus melalui proses secara perlahan, jadi jangan berekspektasi akan mendapatkan perubahan drastis saat baru memulai proses diet.
Angka timbangan tidak menunjukkan perubahan meskipun Anda sudah melakukan diet yang disertai dengan rutin berolahraga? Bisa jadi diet yang Anda lakukan berhasil untuk menurunkan lemak. Namun, di sisi lain massa otot bertambah karena olahraga yang Anda lakukan. Akibatnya angka pada timbangan akan tetap sama, tetapi komposisi tubuh Anda lah yang berubah.
Jadikan timbangan sebagai acuan untuk memantau progres, tetapi jangan sampai membuat Anda menjadi kehilangan motivasi. Ingatlah bahwa setiap orang memiliki kondisi tubuh yang berbeda. Jika Anda melakukan satu jenis diet dan merasa tidak ada perubahan sama sekali pada berat badan, maka bisa jadi diet tersebut kurang sesuai dengan Anda. Jadi cobalah untuk mengubah pola diet untuk mencari mana yang paling tepat untuk Anda.

Untuk lebih memudahkan Anda memantau hasil diet yang dilakukan, ada baiknya jika Anda menggunakan timbangan komposisi tubuh dari OMRON. Timbangan ini bukan hanya menunjukkan berat badan Anda saja, tetapi juga memberikan informasi lemak tubuh, otot rangka, BMI, hingga lemak visceral secara akurat. Jadi, ketika tidak terjadi banyak perubahan pada berat badan Anda setelah diet, Anda tetap bisa mengetahui perbandingan komposisi tubuh untuk melakukan analisis terhadap keberhasilan diet.
|
Artikel Sebelumnya Tips Mengatasi Halusinasi yang Muncul saat Demam |
Artikel Berikutnya |