Artikel ini telah ditinjau dan disetujui oleh dr. Rudi Margono
Memiliki berat badan ideal bukan hanya berkaitan dengan penampilan, tetapi juga menjadi bagian dari menjaga kesehatan dan meningkatkan kepercayaan diri. Tidak heran, banyak orang berusaha untuk menurunkan berat badan dengan menerapkan berbagai kebiasaan sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Mulai dari; berolahraga secara rutin, mengatur pola makan, membatasi konsumsi makanan tinggi lemak dan kalori, hingga mengikuti program diet. Melakukan cara ini diharapkan dapat membantu mencapai berat badan ideal. Namun, proses penurunan berat badan tidak selalu berjalan sesuai harapan.
Pada sebagian orang, berat badan tetap sulit berkurang meskipun sudah menjalani diet dan olahraga secara rutin. Lantas, apa yang menjadi penyebab berat badan sulit turun meski sudah diet? Berikut penjelasannya!

Berat badan yang sulit turun meskipun sudah menerapkan pola makan dan gaya hidup sehat dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya:
Stres, terutama yang berlangsung dalam jangka panjang, dapat menjadi salah satu penyebab berat badan sulit turun meski Anda sudah menjalani program diet. Pasalnya, stres dapat meningkatkan kadar hormon kortisol yang kemudian memicu rasa lapar dan meningkatkan nafsu makan.
Jika kadar kortisol terus meningkat, tubuh lebih berisiko mengalami penumpukan lemak, terutama di area perut. Kondisi ini dapat menghambat proses penurunan berat badan. Oleh karena itu, mengelola stres dengan baik sangat penting dilakukan untuk mendukung keberhasilan program diet Anda.
Tidur yang cukup, yaitu sekitar 7–8 jam per malam, penting untuk membantu menjaga berat badan ideal. Sebaliknya, kurang tidur dapat meningkatkan rasa lapar dan nafsu makan, sehingga membuat seseorang cenderung makan lebih banyak. Kondisi ini tentu dapat menghambat proses penurunan berat badan.
Selain meningkatkan nafsu makan, kurang tidur juga dapat membuat tubuh mudah merasa lelah, menurunkan motivasi untuk berolahraga, dan mengganggu metabolisme tubuh. Maka dari itu, mencukupi waktu tidur setiap malam penting untuk mendukung program penurunan berat badan.
Sebagian orang mungkin menganggap bahwa melewatkan sarapan atau menunda waktu makan siang dapat menurunkan berat badan lebih cepat. Namun, kebiasaan tersebut justru berpotensi membuat proses penurunan berat badan menjadi lebih sulit, terutama jika dilakukan secara tidak teratur dan dalam jangka panjang.
Melansir dari Hello Sehat, pola makan tidak teratur, termasuk yang sering menunda atau melewatkan waktu makan, dapat membuat seseorang lebih sulit mengontrol nafsu makan. Ketika tubuh terlalu lama tidak mendapatkan asupan makanan, rasa lapar dapat meningkat sehingga mendorong untuk makan lebih banyak pada waktu makan berikutnya.
Melakukan cheat day ketika menjalani program penurunan berat badan sebenarnya tidak masalah, selama Anda melakukannya tidak berlebihan. Pada momen ini, Anda dapat menikmati makanan favorit tanpa terlalu membatasi asupan kalori. Namun, jika dilakukan terlalu sering, cheat day justru dapat menghambat proses penurunan berat badan.
Hal ini karena keseringan mengonsumsi makanan tinggi lemak, gula, dan kalori dapat meningkatkan asupan kalori harian sehingga defisit kalori sulit tercapai. Selain itu, kebiasaan tersebut juga dapat membuat Anda kurang konsisten dalam menjaga pola makan. Untuk itu, sebaiknya tentukan waktu cheat day dengan bijak.
Selain ke-4 penyebab di atas, ada juga faktor lain yang dapat menyebabkan proses penurunan berat badan menjadi lebih sulit, seperti:
Mengalami masalah hormon yang belum terdeteksi,
Target penurunan berat badan yang kurang realistis,
Mengonsumsi makanan dan minuman manis berlebihan,
Memiliki resistensi insulin dan sindrom metabolik,
Memilih makanan yang tinggi karbohidrat.
Untuk mempercepat proses penurunan berat badan, Anda dapat melakukan beberapa tips berikut:
Meredakan stres dengan melakukan meditasi,
Mencukupi waktu tidur sekitar 7-8 jam per hari,
Membatasi makanan dan minuman tinggi kalori, gula tambahan, serta lemak jenuh.
Melakukan olahraga secara rutin selama 30 menit dalam sehari,
Memperbanyak konsumsi air putih untuk menghindari dehidrasi
Mengatur waktu makan dengan tidak melewatkan sarapan atau makan siang,
Pada dasarnya, penurunan berat badan terjadi ketika tubuh menggunakan lebih banyak energi daripada yang diperoleh dari makanan dan minuman dalam jangka waktu tertentu. Karena itu, meskipun seseorang merasa sudah “diet”, total asupan kalori tetap berperan penting dalam menentukan apakah berat badan akan turun.
Selain menerapkan kebiasaan tersebut, memantau perubahan proporsi tubuh juga penting untuk mengetahui efektivitas diet dan olahraga. Monitor Komposisi Tubuh OMRON membantu mengukur berbagai indikator tubuh, seperti lemak tubuh, otot rangka, BMI, usia tubuh, dan lemak visceral dalam hitungan detik.

Dengan teknologi dan presisi Jepang, OMRON membantu Anda memantau perubahan proporsi tubuh secara lebih terukur selama Anda menjalani program manajemen berat badan. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang monitor komposisi tubuh atau manajemen berat badan OMRON.
|
Artikel Sebelumnya Demam Berdarah: Kenali Gejala Awal agar Tidak Terlambat Ditangani |
Artikel Berikutnya |