Kesehatan Pernapasan

5 Kebiasaan yang Dapat Mengganggu Sistem Pernapasan

Oct 28, 2026
Artikel ini telah ditinjau dan disetujui oleh dr. Robby Alfadli
 

Sistem pernapasan adalah sekumpulan jaringan dan organ yang bekerja sama dalam proses pernapasan. Proses pernapasan tidak hanya sekadar masuknya oksigen dan keluarnya karbon dioksida melalui hidung saja, melainkan juga:

  • Menjaga kelembapan udara yang dihirup

  • Menyaring udara yang masuk dari partikel kontaminan, seperti debu

  • Mendukung fungsi indera penciuman

  • Menjaga keseimbangan pH darah dengan mengatur karbon dioksida yang dikeluarkan tubuh

  • Membantu produksi suara

Untuk memastikan sistem ini selalu berjalan dengan lancar tanpa hambatan, menjaga kesehatan semua organ dan jaringan yang terlibat dalam sistem pernapasan sangatlah penting. Sayangnya, ada beberapa kebiasaan yang terkadang masih terus banyak dilakukan, padahal bisa memberikan dampak kurang baik bagi sistem pernapasan.

5 Kebiasaan yang Berpotensi Mengganggu Sistem Pernapasan

Berikut ini adalah 5 kebiasaan yang sering dilakukan padahal bisa berdampak buruk bagi kesehatan sistem pernapasan, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

1. Merokok

Merokok dapat menyebabkan berbagai masalah pernapasan, bahkan bisa meningkatkan risiko kanker paru-paru. Hal ini sudah diketahui secara umum karena menjadi salah satu peringatan yang wajib dicantumkan pada kemasan.

Melansir dari halodoc, cara rokok merusak sistem pernapasan dengan cara mengganggu fungsi kerjanya. Misalnya pada paru-paru, dalam organ ini terdapat lendir yang berfungsi untuk menjaga kelembapan serta menyaring kotoran yang berhasil lolos masuk ke dalam paru-paru. Zat pada rokok akan merangsang produksi ini, sehingga jumlahnya terus meningkat dan berpotensi menimbulkan penyumbatan. 

Selain itu, zat beracun pada rokok juga memperlambat gerakan silia, yaitu rambut halus yang berfungsi penting untuk membersihkan sel pada paru-paru. Akibatnya kotoran yang seharusnya dibersihkan justru akan menumpuk dalam organ ini. Selain kedua hal tersebut, Paparan asap rokok mengandung berbagai zat berbahaya yang dapat meningkatkan produksi mukus dan mengganggu fungsi silia, yaitu rambut halus yang membantu membersihkan saluran napas. Gangguan mekanisme pembersihan ini dapat meningkatkan risiko penyakit pernapasan, termasuk bronkitis kronis, PPOK, dan kanker paru.

2. Tidak Menggunakan Masker

Banyak orang menggunakan masker saat masa COVID-19 karena khawatir dengan paparan virus tersebut. Namun, ketika masa tersebut telah berlalu, penggunaan masker di luar ruangan juga mulai diabaikan. Penggunaan masker atau respirator yang sesuai dapat membantu mengurangi paparan partikel polusi ketika kualitas udara buruk serta menurunkan risiko penularan infeksi pernapasan dalam situasi tertentu, misalnya saat berada di tempat ramai atau ketika sedang sakit. Berikut ini beberapa alasannya:

  1. Menghindari paparan polusi udara.

  2. Melindungi dari udara dingin (misalnya saat perjalanan malam atau berada di transportasi dengan AC).

  3. Mencegah penyebaran penyakit menular yang ditularkan melalui droplets.

3. Kurang Menjaga Kebersihan

Bersih pangkal sehat, Anda pasti pernah mendengarnya bukan? Untuk membantu menjaga kesehatan pernapasan, biasakan mencuci tangan, membersihkan debu secara teratur, menghindari asap rokok, dan menjaga lingkungan rumah tetap bersih serta bebas dari pertumbuhan jamur

Sementara menjaga kebersihan lingkungan adalah dengan beberapa cara berikut ini:

  • ganti sprei secara rutin (setidaknya 1 - 2 minggu sekali),

  • menyapu dan mengepel rumah setiap hari,

  • mengelap seluruh area rumah yang berpotensi menjadi tempat bertumpuknya debu, dan

  • Membersihkan sarang laba-laba (jika ada).

Menjaga kebersihan rumah tidak hanya bisa membantu menjaga kesehatan sistem pernapasan saja, tetapi juga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

4. Sering Berada di Area Lembap

Kelembapan yang menetap dapat mendorong pertumbuhan jamur di dalam ruangan. Paparan jamur dapat memicu gejala alergi dan memperburuk asma pada orang yang rentan. Infeksi paru akibat jamur tertentu, seperti Aspergillus, lebih berisiko pada orang dengan gangguan imunitas atau penyakit paru tertentu. Karena itu, penting untuk memperbaiki kebocoran, mengendalikan kelembapan, dan membersihkan pertumbuhan jamur dengan cara yang aman. Selain itu, spora jamur yang bertebaran di udara juga meningkatkan risiko munculnya reaksi alergi, seperti gatal-gatal, batuk, dan bersin, serta memperparah gejala asma bagi penderitanya.

Tingginya kelembapan ruangan pada umumnya disebabkan oleh sirkulasi udara yang tidak berjalan baik. Misalnya, ruangan tanpa celah ventilasi, ruangan tanpa jendela, atau memiliki jendela yang selalu ditutup. Itulah sebabnya, saat merancang bangunan dan ruangan, pastikan untuk mempertimbangkan kelancaran sirkulasi udara agar ruangan yang dibangunan memiliki batas kelembapan pada angka normal.

5. Gaya Hidup Pasif

Gaya hidup pasif adalah pola hidup dengan aktivitas yang sangat minimalis, di mana sebagian besar waktunya dihabiskan untuk duduk atau berbaring. Gaya hidup ini tidak selalu disebabkan oleh rasa malas saja, tetapi juga tuntutan pekerjaan yang mengharuskan Anda untuk menghabiskan banyak waktu dengan duduk di depan laptop. Akibatnya, saat Anda memiliki waktu luang mungkin akan lebih memilih untuk bersantai daripada aktif bergerak.

Selain itu, kebiasaan ini juga didukung dengan berbagai fasilitas yang tersedia saat ini. Seperti belanja online maupun pemesanan makanan melalui aplikasi, sehingga Anda bisa mendapatkan apa pun yang dibutuhkan dari rumah.

Gaya hidup sedentari dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan dan berbagai masalah kesehatan. Pada orang dengan obesitas, terutama penumpukan lemak di area perut, gerakan diafragma dan pengembangan paru dapat menjadi lebih terbatas sehingga fungsi pernapasan dapat terpengaruh.

Jika saat ini Anda memiliki salah satu dari 5 kebiasaan di atas, ada baiknya mulai merubahnya sebelum mengalami gangguan pernapasan maupun terserang penyakit lainnya. Namun, jika Anda sudah mulai merasakan adanya dampak atau masalah pada sistem pernapasan, maka sebaiknya segera periksakan kesehatan Anda ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Selama masa perawatan, Anda bisa menggunakan OMRON NE-C28. OMRON NE-C28 merupakan Compressor nebulizer yang dilengkapi teknologi Virtual Valve Technology (V.V.T). Kinerja dan durasi nebulisasi mengikuti spesifikasi perangkat serta dapat bervariasi bergantung pada volume dan jenis larutan yang digunakan.

Video Populer
Tetap Terhubung
|Suka
Video Populer
Tetap Terhubung
|Suka