Kesehatan Aktif

Cheat Day: Kenali Makanan yang Boleh dan Harus Dihindari!

Nov 02, 2026
Artikel ini telah ditinjau dan disetujui oleh dr. Rudi Margono
 

Saat menjalani program penurunan berat badan, istilah cheat day mungkin sudah tidak asing lagi. Istilah ini merujuk pada hari ketika seseorang memberikan keleluasaan lebih untuk menikmati makanan favorit yang biasanya dibatasi selama diet. Namun, cheat day bukan bagian wajib dari program penurunan berat badan. Keberhasilan diet lebih dipengaruhi oleh pola makan secara keseluruhan, termasuk jumlah asupan energi dan konsistensi dalam menjalankannya.

Lantas, makanan apa saja yang sebaiknya dikonsumsi dan dihindari ketika cheat day? Simak selengkapnya dalam artikel berikut!

Makanan yang Boleh Dikonsumsi saat Cheat Day

Berikut beberapa daftar makanan yang diperbolehkan untuk dikonsumsi selama menjalani cheat day.

Sushi

Sushi bisa menjadi salah satu pilihan untuk menu cheat day. Pasalnya, sebagian besar sushi tidak melalui proses penggorengan, sehingga penggunaan minyaknya relatif lebih sedikit. Selain mengandung karbohidrat dari nasi, sushi juga umumnya memiliki kandungan lemak jenuh lebih rendah, terutama jika memilih varian dengan isian ikan, seafood, atau sayuran.

Pasta

Pasta bisa menjadi pilihan menarik untuk menu cheat day. Selain mengandung karbohidrat yang cukup mengenyangkan, pasta juga hadir dengan beragam pilihan topping, seperti keju, seafood, daging, serta saus carbonara dan saus tomat yang membuat cita rasanya semakin lezat dan variatif.

Cheese Cracker

Ingin menikmati camilan asin ketika cheat day? Cheese cracker atau biskuit keju bisa menjadi pilihan yang praktis dan lezat. Teksturnya yang renyah dengan cita rasa yang gurih, membuat camilan ini cocok untuk menemani waktu santai dikala sore hari tanpa perlu mengonsumsinya dalam porsi berlebihan.

Coconut Custard Pie

Bagi pencinta dessert bertekstur lembut, coconut custard pie dapat menjadi pilihan untuk menikmati makanan manis sesekali. Namun, kandungan kalori dan lemaknya dapat cukup tinggi, bergantung pada resep dan ukuran porsinya.

Makanan yang Harus Dihindari saat Cheat Day

Selama melakukan cheat day, beberapa makanan ini pun harus dihindari untuk mencegah kenaikan berat badan, seperti:

Gorengan 

Meskipun lezat, makanan yang digoreng sebaiknya tetap dibatasi saat cheat day. Bakwan, tahu, tempe, dan pisang goreng biasanya mengandung minyak serta kalori yang tinggi, sehingga jika dikonsumsi secara berlebihan walaupun sedang cheat day tetap dapat menghambat upaya untuk menjaga pola makan dan berat badan.

Mi Instan Topping Berlebihan

Mi instan sebaiknya dihindari saat cheat day, terutama jika dikonsumsi dengan topping tinggi kalori seperti sosis goreng, nugget, dan gorengan. Jika tetap ingin menikmati mi instan, sebaiknya batasi porsinya dan tambahkan sayuran serta telur agar hidangan lebih seimbang dan tidak menaikkan berat badan.

Keripik

Keripik menjadi salah satu camilan yang sebaiknya dibatasi saat cheat day. Pasalnya, camilan yang renyah dan gurih ini mengandung garam serta lemak yang cukup tinggi. Hal ini karena keripik melalui proses penggorengan, sehingga apabila dikonsumsi secara berlebihan maka kurang baik untuk kesehatan tubuh.

Fast Food Porsi Besar

Burger, pizza, ayam goreng, dan makanan cepat saji lainnya memang sering menjadi pilihan saat cheat day. Namun, mengonsumsinya dalam porsi besar, terlebih jika ditambah dengan kentang goreng dan minuman manis, dapat membuat asupan kalori menjadi jauh lebih tinggi. Karena itu, tetap perhatikan ukuran porsi saat menikmati makanan cepat saji.

Itulah beberapa pilihan makanan yang dapat dikonsumsi maupun yang sebaiknya dibatasi selama menjalani cheat day. Meskipun cheat day memberikan kesempatan untuk menikmati makanan favorit, akan tetapi tetap penting bagi Anda mengontrol asupan dan memantau kondisi tubuh agar program penurunan berat badan tetap berjalan sesuai target.

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah memantau perkembangan berat badan secara rutin menggunakan alat pengukur berat badan dari OMRON. Dengan mengetahui perubahan berat badan, Anda tentunya dapat mengevaluasi perkembangan program manajemen berat badan yang dilakukan.

Salah satu produk yang dapat menjadi pilihan adalah OMRON HBF-375 Karada Scan Pengukur Komposisi Tubuh. Monitor komposisi tubuh ini dirancang untuk membantu menganalisis berbagai indikator komposisi tubuh, mulai dari berat badan, persentase lemak tubuh, persentase lemak subkutan, tingkat lemak visceral, hingga massa otot.

OMRON HBF-375 Karada Scan dapat digunakan sebagai bagian dari rutinitas pemantauan dalam program manajemen berat badan. Informasi hasil pengukuran yang ditampilkan secara grafis pada monitor membantu Anda memahami kondisi tubuh dengan lebih mudah.

Selain itu, alat ini dilengkapi dengan kapasitas memori untuk menyimpan data pengukuran hingga 4 pengguna, sehingga perkembangan setiap pengguna dapat dipantau secara lebih praktis dari waktu ke waktu.

Dengan melakukan pengukuran secara rutin dan tetap memperhatikan pola makan serta aktivitas fisik, Anda dapat menjalankan program manajemen berat badan dengan lebih konsisten.

Artikel Sebelumnya
Mengenal Lemak Perut, Penyebab, dan Cara Menghilangkannya
Artikel Berikutnya
Video Populer
Tetap Terhubung
|Suka
Video Populer
Tetap Terhubung
|Suka