Kesehatan Kardiovaskular

5 Mitos dan Fakta Seputar Hipertensi, Yuk Cari Tahu!

Sep 18, 2026
Artikel ini telah direview dan disetujui oleh dr. Robby Alfadli
 

Tekanan darah normal umumnya berada di bawah 120/80 mmHg. Sementara itu, tekanan darah yang secara konsisten berada pada 140/90 mmHg atau lebih dapat mengarah pada diagnosis hipertensi dan perlu dikonfirmasi melalui pengukuran berulang.

Meskipun hipertensi merupakan salah satu kondisi kesehatan yang cukup dikenal masyarakat, tapi masih banyak mitos dan informasi keliru yang beredar terkait penyakit ini. Kesalahpahaman tersebut dapat membuat sebagian orang mengabaikan tanda-tanda hipertensi atau tidak melakukan penanganan yang tepat.

Lantas, apa sajakah mitos dan fakta seputar hipertensi atau tekanan darah tinggi yang perlu diketahui? Yuk, cek di sini!

Mitos dan Fakta Seputar Hipertensi

Berikut merupakan beberapa mitos dan fakta seputar hipertensi yang masih beredar di masyarakat. 

1. Hipertensi, Masalah Kesehatan Ringan

Sebagian orang masih menganggap bahwa hipertensi sebagai masalah kesehatan ringan karena kondisi ini sering kali tidak menunjukkan keluhan maupun gejala. Faktanya, tekanan darah tinggi yang dibiarkan tanpa perawatan yang tepat, dapat memberikan dampak jangka panjang bagi tubuh.

Tekanan darah yang terus berada di atas batas normal, umumnya dapat membebani kerja pembuluh darah dan organ penting dalam tubuh, seperti jantung, ginjal, otak, serta mata. Untuk jangka panjang, hipertensi yang tidak terkendali dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai masalah kesehatan, seperti stroke, gangguan fungsi ginjal, dan penyakit jantung.

2. Hipertensi Tidak Dapat Dicegah

Beredar anggapan di masyarakat bahwa hipertensi tidak dapat dicegah karena kondisi ini dianggap mudah terjadi, terutama pada seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan tekanan darah tinggi. Namun, selain karena faktor keturunan, gaya hidup seperti jarang berolahraga, kurang aktivitas fisik, dan berat badan berlebih juga sering dikaitkan dengan meningkatnya risiko hipertensi.

Faktanya, hipertensi sebenarnya masih dapat dicegah melalui penerapan gaya hidup sehat. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain rutin melakukan aktivitas fisik, serta membatasi konsumsi makanan tinggi garam atau natrium, makanan ultra-proses, serta makanan tinggi lemak jenuh dan lemak trans.

3. Kalau Sudah Hipertensi, Tekanan Darah Akan Selalu Tinggi

Beberapa orang percaya bahwa hipertensi tidak dapat disembuhkan secara total, sehingga tekanan darah akan selalu tinggi. Tidak selalu. Tekanan darah dapat dikendalikan dengan perubahan gaya hidup dan, bila diperlukan, obat antihipertensi. Namun, hipertensi merupakan kondisi kronis sehingga kontrol tekanan darah tetap perlu dipantau secara berkala dan obat tidak boleh dihentikan sendiri meskipun tekanan darah sudah membaik.

Untuk pengobatannya, dokter biasanya akan menentukan terapi berdasarkan pada kondisi kesehatan, usia, tingkat keparahan hipertensi, serta adanya penyakit penyerta. Namun, selain pemberian obat antihipertensi, dokter juga akan menyarankan menerapkan pola hidup sehat untuk membantu mengendalikan tekanan darah dan menurunkan risiko komplikasi.

4. Hipertensi Normal Jika Salah Satu Tekanan Darah Normal

Hasil pemeriksaan tekanan darah terdiri dari dua angka, yaitu angka sistolik dan diastolik. Tak sedikit orang menganggap tekanan darah masih tergolong normal selama salah satu angkanya berada dalam batas normal. Faktanya, pengukuran tekanan darah tidak dapat dilakukan hanya dengan melihat salah satu angka saja.

Nilai sistolik dan diastolik perlu dipertimbangkan secara bersamaan karena keduanya memberikan informasi penting mengenai kondisi jantung dan pembuluh darah di dalam tubuh. Jika salah satu nilainya berada di atas batas normal, kondisi tersebut tetap memerlukan perhatian dan evaluasi lebih lanjut. Namun, satu kali hasil pengukuran yang tinggi belum tentu berarti seseorang telah mengalami hipertensi dan biasanya perlu dikonfirmasi dengan pengukuran berulang.

5. Hipertensi Bisa Konsumsi Sea Salt

Mengganti garam dapur dengan sea salt sering dianggap sebagai salah satu cara mengurangi risiko hipertensi. Padahal, manfaat tersebut belum tentu diperoleh hanya dengan mengganti jenis garam. Baik sea salt maupun garam dapur tetap mengandung natrium yang berperan dalam meningkatkan tekanan darah jika dikonsumsi melebihi kebutuhan harian.

Karena itu, upaya menjaga tekanan darah tidak cukup hanya dengan memilih jenis garam tertentu. Mengurangi total asupan natrium, membatasi konsumsi makanan olahan, serta menerapkan pola makan bergizi seimbang merupakan langkah yang lebih efektif untuk membantu menjaga tekanan darah tetap stabil.

Demikian ulasan mengenai mitos dan fakta seputar hipertensi yang perlu untuk diketahui. Selain mengetahui fakta dan mitos tersebut, penting pula untuk menyimpan alat monitor tekanan darah dari OMRON di rumah. Dengan adanya alat ini, Anda dapat memantau tekanan darah di rumah secara berkala sesuai kebutuhan dan anjuran tenaga kesehatan.

Kenapa memilih monitor tekanan darah digital dari OMRON? Produk ini telah melalui validasi klinis sesuai standar yang berlaku. Selain itu, tensimeter kami juga didukung dengan teknologi IntelliSense®, sehingga dapat memberikan kenyamanan dan akurasi yang tepat. Bahkan, alat kami juga terpercaya di Jepang.

Untuk produknya, Anda bisa memilih Automatic Upper Arm Blood Pressure Monitor + ECG karena dilengkapi teknologi IntelliSense® untuk membantu proses pengukuran tekanan darah dan dapat terhubung ke aplikasi OMRON Connect untuk menyimpan serta memantau hasil pengukuran.

Selain itu, perangkat ini juga dilengkapi fitur ECG yang dapat merekam aktivitas listrik jantung dan membantu mendeteksi adanya irama jantung yang tidak teratur, termasuk indikasi denyut yang terlalu cepat atau terlalu lambat.

Video Populer
Tetap Terhubung
|Suka
Video Populer
Tetap Terhubung
|Suka