Kesehatan Kardiovaskular

Tekanan Darah Naik Hanya saat di Rumah Sakit? Ini Penyebabnya

Sep 21, 2026
Artikel ini telah direview dan disetujui oleh dr. Robby Alfadli
 

Pernahkah Anda mengalami kondisi tekanan darah tinggi saat diperiksa di rumah sakit, tetapi kembali normal saat diperiksa di rumah? Fenomena ini dikenal dengan istilah white coat syndrome atau white coat hypertension. Apakah kondisi ini berbahaya? Yuk, cari tahu lebih lanjut penyebab, risiko, dan penanganan white coat hypertension dalam kelanjutan artikel ini.

Apa Tanda White Coat Syndrome?

White coat syndrome terjadi ketika tekanan darah yang diukur di fasilitas kesehatan lebih tinggi, tetapi hasil pengukuran tekanan darah di luar fasilitas kesehatan, seperti di rumah atau melalui ambulatory blood pressure monitoring (ABPM), berada dalam kisaran normal. Karena itu, kondisi ini tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan satu kali pengukuran. .

Sebagian orang dapat mengalami rasa gugup atau cemas saat berada di fasilitas kesehatan, yang kemudian dapat memicu peningkatan tekanan darah selama pemeriksaan..

Penyebab White Coat Syndrome

Menurut seorang lektor kepala (associate professor) kedokteran di rumah sakit Pennsylvania University yang telah meneliti fenomena ini, white coat syndrome dapat disebabkan oleh beberapa alasan. Salah satu faktor yang dapat membuat tekanan darah lebih tinggi saat pemeriksaan adalah respons tubuh terhadap rasa cemas atau waspada ketika berada di fasilitas kesehatan. Selain itu, teknik pengukuran yang kurang tepat, seperti tidak beristirahat setidaknya 5 menit sebelum pemeriksaan, juga dapat menyebabkan hasil tekanan darah menjadi lebih tinggi dari kondisi sebenarnya. 

Selain faktor kecemasan, beberapa kondisi sebelum pengukuran juga dapat meningkatkan tekanan darah sementara, seperti kandung kemih yang penuh, merokok, konsumsi kafein, atau aktivitas sebelum pemeriksaan. Di luar itu, beberapa kelompok orang berikut juga lebih berisiko mengalami white coat syndrome:

  • Berusia di atas 50 tahun

  • Berjenis kelamin perempuan

  • Baru saja didiagnosis menderita tekanan darah tinggi

  • Mengalami obesitas

Namun, pada banyak kasus, white coat syndrome juga disebabkan oleh stres dan kecemasan akan hasil pemeriksaan. Mengutip laman Cleveland Clinic, tubuh mungkin mengalami refleks atau respons saat tekanan darah diukur dalam keadaan pikiran yang cemas terhadap hasilnya. Situasi ini mirip dengan respons fight or flight (“lawan atau lari”) yang dialami seseorang saat berada dalam bahaya.

Risiko Komplikasi White Coat Hypertension

Dilansir dari laman WebMD, white coat hypertension umumnya memiliki risiko yang lebih rendah dibandingkan hipertensi yang menetap, tetapi bukan berarti kondisi ini selalu tidak berbahaya. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa orang dengan white coat hypertension dapat memiliki risiko penyakit kardiovaskular yang sedikit lebih tinggi dibandingkan orang dengan tekanan darah normal. 

Dalam beberapa penelitian lainnya, orang dengan white coat hypertension yang tidak mendapatkan terapi antihipertensi juga memiliki risiko penyakit kardiovaskular dan kematian yang sedikit lebih tinggi dibandingkan orang dengan tekanan darah normal.

Meta-analysis 27 studi dengan lebih dari 25.000 peserta menemukan untreated white coat hypertension (WCH) berhubungan dengan peningkatan cardiovascular events dan all-cause mortality dibandingkan dengan normotension. 

Beberapa penelitian medis juga menunjukkan bahwa white coat hypertension ada kaitannya dengan kekakuan pembuluh darah, perburukan kondisi pembuluh darah, serta peningkatan risiko terkena hipertrofi ventrikel kiri, diabetes, dan hipertensi yang menetap. Hanya saja, hipotesis ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Tips Mengatasi White Coat Hypertension

Meski risiko komplikasi white coat hypertension cenderung kecil, namun perlu ada upaya yang dilakukan untuk mencegah kemungkinan terjadinya komplikasi tersebut. Berikut beberapa tips mengatasi white coat hypertension yang bisa dicoba:

  • Sisihkan waktu tambahan. Menyiapkan sebagian waktu tambahan sebelum melakukan pemeriksaan tekanan darah dapat membantu Anda menenangkan diri dan menyiapkan mental. Dengan begitu, stres dan cemas dapat lebih terkendali, sehingga perasaan gugup menjelang pemeriksaan dapat terurai.

  • Tidak merokok, minum kopi, atau berolahraga sebelum pemeriksaan. Nikotin pada produk rokok (baik itu rokok biasa maupun vape) dan kafein pada kopi berpotensi membuat tekanan darah naik seketika, begitu juga dengan aktivitas gerak tubuh yang dilakukan kira-kira satu jam sebelum pemeriksaan. Karena itu, menghindari ketiga hal ini dapat membantu mengatasi white coat hypertension.

  • Pilih dokter dan tenaga medis yang membuat Anda nyaman. Rasa nyaman akan menumbuhkan perasaan tenang, sehingga Anda tidak cemas, gugup, dan waswas sebelum pemeriksaan. Jika memungkinkan, Anda bisa memilih dokter dan tenaga medis yang membuat Anda nyaman untuk berinteraksi langsung. Tanyakan juga beberapa hal yang Anda khawatirkan atau ingin tahu sebelum pemeriksaan agar perasaan Anda lebih teregulasi.

Demikianlah ulasan mengenai white coat  hypertension, yaitu kondisi ketika tekanan darah lebih tinggi saat diukur di fasilitas kesehatan, tetapi normal saat diukur di luar fasilitas kesehatan. Kecemasan dan respons tubuh saat pemeriksaan dapat berperan, sementara teknik pengukuran yang tepat penting untuk memperoleh hasil yang akurat.

Untuk menghindari risiko tekanan darah tinggi, Anda juga bisa rutin melakukan pengecekan tekanan darah di rumah menggunakan monitor tekanan darah OMRON yang sudah tervalidasi secara klinis dan dilengkapi dengan IntelliSense®; yaitu teknologi eksklusif OMRON untuk kenyamanan dan akurasi.

Artikel Sebelumnya
5 Mitos dan Fakta Seputar Hipertensi, Yuk Cari Tahu!
Artikel Berikutnya
Video Populer
Tetap Terhubung
|Suka
Video Populer
Tetap Terhubung
|Suka