Kesehatan Kardiovaskular

Bagaimana Hipertensi Menyebabkan Penyakit Kardiovaskular?

Sep 25, 2026
Artikel ini telah ditinjau dan disetujui oleh dr. Rudi Margono
 

Hipertensi (tekanan darah tinggi) secara luas dikenal sebagai silent killer atau “pembunuh diam-diam” karena sering tidak menunjukkan gejala apa pun dan sering kali tidak terdeteksi dalam waktu lama. Kondisi ini merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat penyakit jantung dan stroke di seluruh dunia. 

Dalam rangka Hari Jantung Sedunia yang jatuh pada 29 September, yuk cari tahu bagaimana hipertensi dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular, seperti jantung dan stroke, dalam artikel berikut. 

Apa Itu Hipertensi?

Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan di dalam darah terlalu tinggi secara konsisten. Menurut WHO, hipertensi pada orang dewasa umumnya ditandai dengan tekanan darah 140/90 mmHg atau lebih, yang baru dapat diketahui setelah penderitanya memeriksakan tekanan darah. Padahal, hipertensi yang tidak terdeteksi dan tidak terobati dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular, otak, dan ginjal secara signifikan. 

Apa Itu Penyakit Kardiovaskular? 

Penyakit kardiovaskular merujuk pada sekelompok penyakit yang menyerang jantung dan pembuluh darah. Melansir dari laman Cleveland Clinic, penyakit kardiovaskular termasuk:

  • Serangan jantung

  • Stroke

  • Gagal jantung

  • Aritmia (gangguan irama jantung)

  • Masalah pada katup jantung

  • Penyakit arteri koroner

  • Penyakit arteri perifer

  • Penyakit aorta

  • Penyakit jantung bawaan

  • Penyakit perikardium

  • Penyakit serebrovaskular

  • Trombosis vena dalam (DVT)

Cara Hipertensi Merusak Jantung dan Pembuluh Darah

Cardiac Care Associates menjelaskan bahwa hubungan antara hipertensi dan penyakit kardiovaskular melibatkan beberapa mekanisme yang berkembang seiring waktu, dan sering kali tanpa gejala apa pun hingga kerusakan signifikan telah terjadi.

Mulanya, tekanan darah tinggi membuat otot jantung bekerja lebih keras agar dapat memompa darah melawan resistensi yang meningkat di arteri. Dalam jangka panjang, kondisi ini akan menyebabkan otot jantung menebal dan membesar. Lama-kelamaan, otot jantung yang menebal tersebut akan menjadi kurang efisien dan mungkin kesulitan memompa darah secara efektif.

Tekanan darah tinggi dalam jangka panjang juga dapat merusak fungsi dan struktur pembuluh darah, serta meningkatkan proses ateroskleroosis. Akibatnya, pembuluh darah dapat menjadi lebih kaku dan menyempit akibat penumpukan plak. Proses ini nantinya membuat arteri menyempit dan mengurangi aliran darah ke organ-organ vital, termasuk jantung itu sendiri.

Penyakit Kardiovaskular yang Risikonya Meningkat Akibat Hipertensi

Meski hipertensi merupakan salah satu penyebab utama penyakit kardiovaskular, tidak semua penyakit jantung dan pembuluh darah ini diakibatkan oleh tingginya tekanan darah. Beberapa jenis penyakit kardiovaskular yang risikonya meningkat akibat hipertensi adalah:

  • Penyakit arteri koroner

  • Gagal jantung

  • Hipertrofi ventrikel kiri 

  • Aritmia

  • Fibrilasi atrium 

Cara Mencegah Hipertensi dan Penyakit Kardiovaskular

Tekanan darah tinggi dapat dicegah melalui perubahan gaya hidup, yang juga dapat meningkatkan kesehatan kardiovaskular secara keseluruhan. Beberapa di antaranya adalah:

  • Makan sehat. Pola makan DASH, yang menitikberatkan pada konsumsi buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, protein rendah lemak, dan produk susu rendah lemak, dapat menurunkan tekanan darah. Mengombinasikan pola makan DASH dengan membatasi asupan natrium, lemak jenuh, dan gula tambahan juga telah terbukti secara signifikan menurunkan tekanan darah.

  • Jaga berat badan. Menjaga berat badan ideal akan mengurangi beban kerja jantung dan membantu mencegah terjadinya tekanan darah tinggi. 

  • Aktivitas fisik teratur. Melakukan 150 menit olahraga intensitas sedang atau 75 menit olahraga intensitas tinggi setiap minggu dapat membantu menjaga tekanan darah tetap sehat. Aktivitas fisik tersebut akan memperkuat jantung, meningkatkan fungsi pembuluh darah, dan membantu mengontrol berat badan. 

  • Batasi alkohol. Mengonsumsi alkohol secara berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah dan mengganggu kerja obat penurun tekanan darah.

  • Kelola stres. Berolahraga, meditasi, pernapasan dalam, atau melakukan teknik relaksasi lainnya dapat membantu mencegah kenaikan tekanan darah yang disebabkan oleh stres.

Don’t Miss a Beat: Cegah Kematian Akibat Penyakit Kardiovaskular

Setiap tanggal 29 September, seluruh dunia memperingati Hari Jantung Sedunia sebagai upaya mencegah jutaan kematian dini akibat penyakit kardiovaskular. Don’t Miss a Beat merupakan kampanye global dari World Heart Federation yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan penyebab kematian nomor satu di dunia, serta menekankan pentingnya mengenali tanda dan gejala penyakit kardiovaskular.

Untuk mengurangi potensi memiliki tekanan darah tinggi dan risiko terkena penyakit kardiovaskular, Anda dapat menyimpan tensi darah digital OMRON yang sudah tervalidasi secara klinis dan dilengkapi dengan IntelliSense®; yaitu teknologi eksklusif OMRON untuk kenyamanan dan akurasi di rumah.

Artikel Sebelumnya
Hidden Sodium: Natrium Tersembunyi dan Risiko Hipertensi
Artikel Berikutnya
Video Populer
Tetap Terhubung
|Suka
Video Populer
Tetap Terhubung
|Suka