Kesehatan Kardiovaskular

Sering Begadang? Waspada Hipertensi Menyerang!

Oct 10, 2026
Artikel telah ditinjau dan disetujui oleh dr. Robby Alfadli
 

Begadang saat ini menjadi hal yang biasa bagi sebagian besar masyarakat. Padahal secara kesehatan, kebiasaan ini patut untuk dihindari karena bisa memberikan dampak yang kurang baik, salah satunya yaitu meningkatkan risiko hipertensi. Simak penjelasan lebih lengkapnya dalam artikel ini!

Apa Itu Hipertensi?

Hipertensi merupakan kondisi ketika tekanan darah secara konsisten berada pada tingkat yang memenuhi kriteria hipertensi berdasarkan pengukuran yang tepat dan terkonfirmasi. Berdasarkan SKI 2023, prevalensi hipertensi pada penduduk usia ≥18 tahun berdasarkan hasil pengukuran tekanan darah adalah 30,8%. Banyak orang yang menganggap ini adalah penyakit umum karena jumlah penderitanya yang cukup tinggi. Hal ini terbukti dari data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) pada Tahun 2023 yang menunjukkan prevalensi hipertensi di Indonesia pada penduduk usia di atas 18 tahun mencapai 34,5%.

Padahal penyakit ini bisa disebut sebagai silent killer karena sering tidak memberikan gejala apa pun. Gejala sering kali baru dirasakan ketika sudah muncul komplikasi, seperti stroke maupun penyakit lainnya, sehingga meskipun termasuk penyakit umum tetapi harus tetap diwaspadai.

Mengapa Begadang Menyebabkan Hipertensi?

Ada berbagai penyebab seseorang mengalami hipertensi, salah satunya yaitu kebiasaan begadang, yang artinya berjaga tidak tidur hingga larut malam. Kebiasaan ini dapat menyebabkan waktu tidur malam lebih sedikit dari yang dibutuhkan, yaitu kurang dari 7 jam jika bangun terlalu pagi untuk kembali beraktivitas.

Kebiasaan tidur yang tidak cukup dan gangguan ritme sirkadian, termasuk akibat kerja shift malam, dapat meningkatkan tekanan darah dan berhubungan dengan risiko hipertensi. Sementara yang kedua yaitu untuk kesenangan, seperti berkumpul dengan teman, menonton acara favorit, atau bermain game.

Lalu bagaimana begadang bisa menyebabkan hipertensi? Berikut penjelasannya!

1. Terganggunya Mekanisme Nocturnal Dipping

Nocturnal Dipping adalah mekanisme ketika tekanan darah akan turun secara alami saat tubuh sedang tidur di malam hari. Penurunannya bisa sekitar 10-20% dibandingkan dengan tekanan darah saat sedang beraktivitas biasa di siang hari.

Mekanisme alami ini sangat bermanfaat bagi tubuh karena akan memberikan waktu pada otot jantung untuk beristirahat sejenak setelah bekerja keras selama Anda beraktivitas. Selain itu, mekanisme ini akan membantu menjaga kesehatan dan elastisitas pembuluh darah.

Saat tidur, tekanan darah biasanya mengalami penurunan dibandingkan saat beraktivitas pada siang hari. Kurang tidur atau tetap terjaga pada malam hari dapat mengganggu pola penurunan tekanan darah ini dan meningkatkan aktivitas sistem saraf simpatis.

2. Meningkatnya Hormon Stres

Begadang akan menyebabkan tubuh melepaskan lebih banyak hormon stres, seperti hormon kortisol yang akan memicu jantung bekerja lebih keras dan penyempitan pembuluh darah. Pelepasan hormon stres disebabkan oleh sistem saraf simpatik yang terus aktif karena Anda terjaga di malam hari.

Selain itu, begadang juga menyebabkan gangguan fungsi tubuh dalam menjaga keseimbangan hormon serta mengontrol hormon stres secara efektif. Jika berlangsung dalam jangka panjang, kurang tidur dan gangguan ritme sirkadian dapat berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah dan meningkatkan risiko hipertensi.

3. Penyempitan Arteri. 

Kebiasaan begadang juga bisa menyebabkan terjadinya peradangan sistemik serta stres oksidatif yang akan menyebabkan kerusakan endotel, yaitu lapisan tipis yang melindungi pembuluh darah. Kurang tidur juga dapat mengganggu fungsi endotel dan meningkatkan aktivitas sistem saraf simpatis, inflamasi, serta stres oksidatif, yang dapat berkontribusi terhadap gangguan regulasi tekanan darah.

Tidak hanya itu, begadang juga akan mengganggu fungsi sistem saraf otonom yang bertugas mengatur diameter pembuluh darah secara otomatis. Hal ini akan mempengaruhi kemampuan tubuh dalam menyesuaikan tekanan darah dengan aktivitas yang dilakukan maupun kondisi emosional saat ini.

Tips Untuk Anda yang Begadang karena Pekerjaan

Begadang bisa meningkatkan risiko hipertensi serta berbagai penyakit lainnya, sehingga disarankan untuk dihindari. Namun, bagaimana jika begadang dilakukan karena tuntutan pekerjaan? Tentunya sangat sulit jika ingin menghindarinya, kan?

Bagi Anda yang berada dalam kondisi ini, ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menjaga kondisi tubuh, yaitu:

  1. Perhatikan waktu istirahat. Sebisa mungkin biasakan tidur dan bangun di waktu yang sama setiap harinya dengan durasi tidur sekitar 7-9 jam per hari. Selain itu, jika memungkinkan usahakan bisa tidur sekitar 20 menit sebelum Anda memulai shift malam.

  2. Cukupi kebutuhan cairan tubuh. Pastikan kebutuhan cairan tubuh terpenuhi dengan mengonsumsi air putih dengan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Pastikan kebutuhan cairan tetap terpenuhi selama bekerja, terutama jika lingkungan kerja panas atau aktivitas fisik cukup berat. Namun, kecukupan cairan tidak menggantikan kebutuhan tidur yang cukup.

  3. Batasi konsumsi kafein. Kurangi kebiasaan mengonsumsi kafein, seperti kopi, secara berlebihan di malam hari. Batasi konsumsi kafein sesuai toleransi dan jumlah kafein dari setiap minuman. Bagi kebanyakan orang dewasa, konsumsi hingga sekitar 400 mg kafein per hari umumnya tidak dikaitkan dengan efek negatif, tetapi konsumsi kafein menjelang waktu tidur sebaiknya dihindari karena dapat mengganggu kualitas tidur. Selain itu, jangan mengonsumsi minuman berkafein saat shift malam Anda hampir selesai agar Anda bisa segera beristirahat saat sampai di rumah.

Jangan lupa juga untuk selalu monitor tekanan darah secara rutin, karena hipertensi sering kali terjadi tanpa gejala. Jika dilakukan pengecekan rutin, Anda bisa segera mengetahui ketika tekanan darah mulai naik, sehingga bisa segera dilakukan pengobatan.

Anda bisa menggunakan Automatic Blood Pressure Monitor EZ Large, HEM-7183-L. Selain memiliki monitor dengan ukuran yang lebih besar, alat ini juga dilengkapi memori yang lebih besar, sehingga bisa menyimpan lebih banyak data riwayat tekanan darah Anda.

Video Populer
Tetap Terhubung
|Suka
Video Populer
Tetap Terhubung
|Suka